Disela-sela alunan titik air yang menetes perlahan pada atap surau ini.
Terdengar bunyi
“ Ta, Ja, Shi, Syi, A, Ba, Tsa. . . “ pelan..dan terbata..
Suara yang keluar dari mulut seorang nenek tua_belajar_mengeja hujuf_semangat_tanpa malu_tapi semakin pelan..karena lidah dan suara sudah tak begitu bersahabat untuk sinkron dengan mata dan sesuatu didalam otaknya dalam menerjemahkan (atau sekedar mengucapkan ) apa yang dia lihat.
Ehm, sepenggal episod yang kujumpai pada salah satu surau disudut desa diBoyolali.
Semangat beliau yang ingin menuntut ilmu (belajar mengeja) huruf demi huruf, kata demi kata, dalam pergantian waktu yang sedikit demi sedikit mengejarnya (dan mengejar kita). Ya, ada satu pelajaran besar yang kutanggap waktu itu juga. SEMANGAT-TERUS BELAJAR-SAMPAI KAPANPUN...
Sejenak mengingatkanku pada satu episode dimana para pemuda-pemudi malas beronggokan dengan suara-suara keluhan dari m ulut mereka. Ehm.. lupakah dengan waktu yang sebenarnya juga berjalan?? Bukan, bukan lupa tapi terkadang kesadaran itu bersembunyi..
Usia muda_ ya, begitu berartinya itu. Badan(fisik) yang masih kuat- otak yang bersahabat dengan organ-organ lain- dan (harusnya ) semangat yang membara_menjelma menjadi modal untuk memperbanyak aset dikemudian hari..
Ehm...apalagi kita.berada dilingkungan yang mengijinkan kita untuk belajar banyak hal. Berbagai ilmu. Berbagai sumber,,,
Semoga semangat untuk terus belajar_dari hidup_ selalu tumbuh..
Belajar ‘memberdayakan diri’.belajar ‘berguna’. Belajar memaknai hal-hal terkecil. Belajar tersenyum dah ikhlas,,,, dan banyak hal lain....
Keep spirit.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar