Saat pertanyaan itu ku sodorkan kebeberapa orang yang
pernah tinggal di Ibu Kota (entah itu yang emang rumahnya disini ato yang hanya
mencari sesuap nasi ato juga yang hanya sekedar main2 di kota dengan sebutan
Megapolitan ini), ada beberapa kosakata yang muncul, diantara yaitu MACET,
BANJIR, TAK BERSAHABAT, POLUSI, LAHAN CARI NAFKAH. yupz mayoritas itu. Oke, itu
pendapat mereka, dan kata kata itu semua bener sich, Tapi menurutku ada kata
lain yang 'nggak banget' dari kota megapolitan ini....
Pertama kali memutuskan untuk ambil tawaran bergabung
dengan salah satu konsultan di Jakarta, adaptasi yang agak butuh waktu adalah
JALANAN, ya jalanan Jakarta yang padat, semprawut dan polusi. apalagi aku punya
hidung yang cukup sensitif dengan debu dan polusi udara. bersyukur adalah saat
kost ku berada tidak jauh dari kantor tempatku bekerja. alhasil tinggal jalan
kaki sampe dech. Oke, keruwetan dijalan adalah hal pertama yang 'nggak banget'
dari Ibu Kota menurutku waktu itu. satu, dua, tiga minggu berlalu, aku
menemukan sesuatu yang pokokmen 'nggak banget' dari Kota ini, yaitu MEMBESARKAN
ANAK.
Hey lihat, anak2 disini nggak punya lahan bermain
layaknya anak-anak pedesaan, anak2 sini hanya berkutat dengan benda mati dan
benda canggih. sepertinya aku nggak rela anakku kelak tumbuh disini. kalian
tau, masa kecilku, bisa main layang-layang di sore hari selepas pulang sekolah,
bisa pit-pit'an (main sepeda) mengelilingi kampung, mandi dikali sambil
ngoleksi batu-batuan yang lucu-lucu, maen rumah-rumahan di bawah rindang pohon
dibelakang rumah, maen petak umpet saat purnama, maen nekeran (kelereng) di
teras tanah samping rumah, benthik, dan masih banyak lagi. dan ITU SANGAT
MENYENANGKAN. dan aku ingin ankku juga merasakannya. apakah itu semua hanya
sekedar bermain?? oo tentu tidak, segala aktifitas masa kecil itu akan berpengaruh
juga untuk masa dewasanya kelak, dimana mereka (anak2 desa) menjadi lebih bisa
bersahabat dengan alam, dengan lingkungannya, lebih pedulidengan makhluk hidup,
dengan teman2 nya, dan lebih survive.
seperti nggak rela aja melihat anak2 yang tumbuh
denan kebiasaan yang serba instan dikota2, dengan berbagai fasilitas canggih
yang hanya akan mempersempit ruang geraknya, melumpuhkan ide2 kreatifnya. oke
memang jaman sekarang marak muncul Sekolah Alam. itu bagus juga untuk
pendidikan anak di jaman yang sudah 'dikuasai' oleh benda2 mati ini. tapi tetap
saja tidak seefektif tumbuh dan berkembang bersama alam secara langsung tanpa
perlu komando-komando dari pemandu ato sejenisnya.
Sesuatu yang 'nggak baget' dari Ibu Kota menurutku
adalah MEMBESARKAN ANAK. membiarkan anakku tumbuh dan berkembang disini diusia
balita terutama, adalah semacam ada ketidakrelaan buatku. terepas dari entah
suatu hari aku akan kepentok realita bakal membesarkan anak disini ato tidak,
ato ALLAH bakal mengijnkanku menikah dan berketurunan ato tidak, yang jelas itu
pandanganku saat ini.

